Sekarang sudah ada solusinya dan tanpa biaya sedikitpun untuk membuat repository local didalam computer kamu
Sistem operasi linux distro Ubuntu contoh versi update 10.10 The Maverick Meerkat secara default penginstallan memang aplikasi dan komponen-komponennya kurang bisa diandalkan, sebut saja untuk memutar audio type mp3 maka ubuntu harus memerlukan plugin yang bisa sesuai. Memang dipikir rumit juga, mungkin ini salah satu sisi “adil” – kan ni OS tidak berbayar jadi untuk supaya system operasi ini sungguh powerfull digunakan maka diperlukan tambahan-tambahan aplikasi didalamnya.
Untuk menambahkan aplikasi atau plugin-plugin di setiap aplikasi yang terinstall diperlukan sebuah daftar list yang ini akan memudahkan kamu untuk memilih aplikasi mana yang akan kamu “pasang” ke computer kamu.
Untuk menambahkan list ada bebarapa cara yang bisa ditempuh antara lain:
*
Online
Cara ini adalah paling gampang dan cepat + simple. Caranya:
1.
Pertama yang harus kamu lakuin adalah menentukan server repository mana yang kamu pilih untuk kamu “serap” list+aplikasi di dalamnya
2.
Caranya: Buka Synaptic Package Manager ( System – Administration - Synaptic Package Manager). Setelah terbuka, langsung beralih melihat Menu Bar ada Menu Setting, klik Repositories. Setelah muncul maka pilih tab software center, disitu ada 5 radio button yang tersedia, berikan tanda untuk semuanya termasuk radio button Source Code. Setelah itu di bawah Source Code ada Combo Box, klik dan klik pilihan paling bawah “browse another server” – Pilih Server mana yang menurutmu bagus dan cepat untuk transfer listnya. Saran saya pake’ server Lokal aja, contoh www.kambing.ui.ac.id karena disamping local, kecepatan list untuk aplikasinya juga selalu update. Sudah, selesai untuk setting repositories.
3.
Keluarlah dari kotak dialog software source dan beralihlah ke kotak dialog Synaptic Package Manager. Ada 2 cara untuk mereload list (harus terhubung ke internet) yakni dengan menekan tombol reload pada toolbar standart Synaptic Package Manager dan dengan membuka terminal dan mengetikkan:
$sudo apt-get update
Atau bila computer kamu sudah terinstall axel dan apt-fast.sh maka bisa mengettikan:
$sudo apt-fast update
1.
Selah kamu mengetikkan perintah diatas, langsung dah terminal kamu akan mendeteksi server yang kamu pilih tadi dan mendownload list-list yang ada di server kamu. Yang perlu diingat adalah perintah tadi hanyalah mendownload list-nay saja bukan mendownload aplikasinya.
*
Tidak Online
Ini dia yang menjadi bahasan kita untuk membuat repository local/ gudang aplikasi yang ada di hardisk kita sendiri. Pertanyaannya bagaimana ya Synaptic Package Manager bisa mengenali repo kita padahal untuk mengetahui listnya haruslah di-load, terus untuk settingannya gimana karna tadi secara default kan online?
Yup pertanyaan yang bagus banget. Hal yang perlu diketahui oleh pengguna linux, setiap kita online dan mendownload aplikasi yang sudah kita download listnya, maka secara langsung tanpa diubah settingan repositories aplikasi yang kita download itu terletak di
var | chace | apt | archives | dan itu semua tidak akan hilang bila Anda tidak memindahnya atau mendeletenya manual atau otomatis dari pengaturan yang ada di Synaptic Package Manager. Jadi semakin banyak kamu mendownload aplikasi berarti size file system kamu akan semkin bertambah.
Nah…mulai nih focus ke bahasan kita. Semua hasil download-an kita tadi bisa kita manfaatkan ulang – artinya bisa kita jadikan gudang repo dalam hardisk kita sendiri, jadi istilahnya ketika kita ingin menginstall aplikasi, kita akan mendownload aplikasi kita itu dalam server hardisk kita sendiri. Asyikkan…
Cara jadul 1:
Dengan menggunakan aplikasi AptonCD. Aplikasi ini dirasa memang bisa menjadikan aplikasi berekstensi .deb menjadi repositories yang mana kekurangannya haruslah disimpan dalam CD atau DVD. Jadi gini:
1.
Install terlebih dahulu AptonCD, Insya Allah dy nih g’ punya anak/ dependansi lah.
2.
Copy semua deb yang ada di destinasi folder var | chace | apt | archives | ke tempat sementara, misal partisi yang masih banyak ruangnya.
3.
Jalankan AptonCD
4.
Di dalam aplikasi itu ada tombol Add atau cepatnya semua .deb yang kamu pindah tadi drag ke layar AptonCD
5.
Lalu semuanya itu siap di burning ke CD atau DVD sesuai dengan kapasitas .deb yang kamu download.
6.
Perlu diketahui bahwa AptonCD ini mempunyai keistimewaan yakni bila kebetulan ada aplikasi .deb yang sama namun versinya berbeda yang satu jadul dan yang satunya lebih update maka secara otomatis yang lebih update-lah yang tercentang oleh AptonCD.
7.
Untuk menggunakannya cukup mudah yaitu tinggal memasukkan CD/DVD ke dalam DVD ROM/CD ROM dan tunggu pop up yang akan muncul. Klik tombol “Select Package” maka kamu langsung “digotong” ke Synaptic Package Manager.
Jadi kesimpulannya bagi computer yang g’ bisa online, cukup dengan meminjam atau memback-up CD/DVD .deb hasil download-an teman kamu yang sudah terinstall AptonCD. Jalankan CD/DVD setiap kali kamu ingin menginstall aplikasi.
Cara jadul 2:
Cara jadul 2 yakni adalah cara yang menuntut kita untuk “bondo” beneran. Udah tau kan… Yups…kita harus punya kalau g salah 8 Keping DVD repository resmi dari Ubuntu 10.10. pertanyaannya sekarang dimana kita mendapatkan itu? Googling aja dan download…. Hmmm harus punya bandwidth yang super besar nih, bayangkan saja 8x4 = 32, kira-kira 32GB lebih kita download di internet, sampai kapan ya itu selesai…?
Terus cara menggunakannya gmana, kalau kita udah punya 8 DVD itu?. Cara yang saya tahu adalah dengan menggunakan virtual disk, aplikasinya bisa menggunakan Gmount, syaratnya adalah kamu harus memiliki 8 keping DVD itu – bukan bentuk isonya.
Untuk step detailnya, bisa kamu googling deh… heh..maaf ya..karena bahasan kita kan bukan ini, jadi saya tidak menjelaskan cara ini secara detail dan terus terang dengan cara ini saya kurang begitu suka karena berbagai hal, salah satunya adalah tidak efiennya kita ketika pada waktu penginstallan aplikasi selalu harus bolak-balik meng-mount DVD yang dibutuhkan. Hemm capek banget….!!!
Cara lebih simple dan tanpa biaya (tanpa membeli CD/DVD) + tanpa membuka tutup DVD ROM kamu:
Perlu diketahui bahwa sebenarnya repository itu hanya membutuhkan extract yang berisi file Packages, file tersebut dicompres menjadi Packages.gz, jadi ketika di-reload di synaptic maka Synaptic akan langsung menanyakan Packages.gz dan akhirnya muncullah list-list dari aplikasi yang ada di server yang telah kamu pilih. Berhubung ni acaranya g’ usah online-online-an jadi kita kayak punya server atau gudang software di hardisk kita.
Langsung ke TKP:
1.
Siapkan 1 folder yang isinya .deb yang sudah kamu copy dari var | chace | apt | archives
Atau bila ditulis dalam destinasi foldernya $/var/chahe/apt/archives
1.
Tempatkan pada partisi/ drive yang masih mempunyai ruang yang cukup besar. Saran saya lebih baik kamu meletakkan folder tersebut di $/home/[namaUser]/ karena apa, bila kamu letakkan di partisi di windows maka kamu akan selalu diminta untuk meng-mount partisi tersebut ketika kamu ingin menggunakan folder tersebut. Itu tidak jadi masalah bila kamu sudah bisa mengubah setiap partisi kamu menjadi ter-mount secara otomatis ketika ubuntu kamu boot. Kalau saya melakukan itu pake’ software yang namanya Device Manager System atau pysdm, coba cari aja di google lalu download, insya Allah aplikasi ini g punya anak kok, atau bisa langsung ke terminal atau software center.
2.
Sebelum menjalankan terminal, alangkah baiknya kamu pergi ke Synaptic Package Manager lalu buka Repositories di tab Settings. Matikan semua tanda centang yang ada di semua tab repositories dan juga tab update. Setelah itu tutup dan reload, maka jumlah Package yang ada di Synaptic kamu berkurang dan yang terdaftar hanyalah aplikasi yang sudah terinstall.
3.
Jalankan terminal dan ketikkan:
*
Beralihlah ke path penempatan folder yang kamu buat tadi yang sudah ada isinya .deb
Contoh (saya menempatkan foldernya di home/karbila): $cd /home/karbila/
Ingat, kamu harus berada di folder karbila jangan di folder repo10.10, jadi 1 tingkat diatas folder repo10.10 karena bila kamu berada di folder repo10.10 maka perintah yang kamu ketikkan setelah ini akan tidak berjalan.
1.
Ketik perintah berikut:
sudo dpkg-scanpackages [namaFolder] /dev/null | gzip -9c > [nmFolder]/Packages.gz
contoh:
$ sudo dpkg-scanpackages repo10.10 /dev/null | gzip -9c > repo10.10/Packages.gz
1.
Bila tidak bisa atau ada tulisan muncul "sudo : dpkg scanpackages command not found" berarti Anda belum menginstall dpkg-dev dpkg-dev mempunyai depedansi yang bernama libdpkg-perl misal:
dpkg-dev_1.15.8.4ubuntu3_all.deb --> dependansinya libdpkg-perl (= 1.15.8.4ubuntu3)
cara menginstallnya dengan manual saja, saran pake aplikasi - gdebi – atau bisa mengetikkan di terminal $ dpkg – i [namaAplikasi] .deb (tentunya kamu sudah ada di folder penyimpanan aplikasi itu). Contoh: $ dpkg – i dpkg-dev_1.15.8.4ubuntu3_all.deb
1.
Untuk mendapatkan 2 aplikasi itu, kamu bisa download manual dengan bantuan google atau bisa langsung download dengan menggunakan terminal (tentunya server udah harus tersedia dan connect internet). Atau cara yang cepat aja tinggal kamu search di Synaptic 2 aplikasi itu dan install.
2.
Setelah Anda menginstall 2 aplikasi itu maka cek di Synaptic apakah dpkg-dev sudah benar-benar terinstall.
Bila sudah, tutup Syanptic dan jalankan terminal, lalu ketikkan perintah nomor 5 tadi... Bila kurang yakin ketikkan dpkg-scanpackages (enter). Bila muncul perintah-perintah seputar dpkg-scanpackages maka sudah bisa ditebak perintah nomor 5 akan berjalan.
1.
Tunggu (lumayan lama) sampai selesai proses menglist isi dari seluruh .deb yang ada. Bila terdapat warning --> itu menunjukkan Anda telah sudah pernah memakai repo local yang lain (bukan cara ini).
2.
Untuk mendaftarkan repo kita tadi, buka System > Synaptic Package Manager > buka menu Settings > Repositories
Setelah muncul window Synaptic maka beralihlah ke tab Other Software - klik add source (untuk menuliskan alamat folder yang isinya .deb yang telah kita buatkan Package.gz tadi)
misal repo tadi saya letakkan di /home/abi/repo10.10/ maka ketikkan:
deb file:/home/karbila repo10.10/
1.
Klik OK > Exit
2.
Reload list Synaptic maka akan terlihat terdapat list aplikasi yang baru dan belum terinstall.
3.
Bila terjadi error atau ada warning berarti ada yang Anda centang selain checklist repo yang Anda buat barusan. Usahakan semua repo online telah mati.
4.
Selesai dan akhirnya kita bisa membuat server repo local sendiri di hardisk kita, dan sudah bisa terdaftar di Synaptic dan Software Source.
5.
Perlu diketahui maksud kita mendaftarkan aplikasi .deb yang kita punya itu aslinya apa sih, padahal kalau kita udah punya .deb kan tinggal install dan install dengan double klik. Ya..logika yang bagus tapi perlu kalian ketahui bahwa aplikasi di linux itu tidaklah sama dengan di Windows. Di Windows kita tinggal memanggil setup.exe/ atau nama yang lain dan langsung semua componentnya terpanggil dan langsung terisi ke folder installasi. Sebenarnya peristiwa itu hampir sama dengan di Linux, namun ada hal yang tidak sama yaitu hampir semua aplikasi .deb itu mempunyai dependansi. Dependansi adalah component aplikasi yang terkait. Contoh bila aplikasi A belum punya aplikasi B maka A tidak bisa terinstall, begitu juga aplikasi B yang mempunyai dependansi aplikasi C, maka B tidak dapat terinstall. Nah, peristiwa ini sungguh menjengkelkan dan membuat kita mencari satu per satu dependansi-dependansi dari aplikasi induk yakni aplikasi A.
Untuk menghindari itu, maka dibuatlah Synaptic Package Manager yang mana Aplikasi ini akan otomatis memanggil (memberi tanda centang secara otomatis) ketika kamu memilih 1 aplikasi. Jadi kamu tinggal tahu klik Apply aja.
Dibuat Oleh Karbila Barakah Hartono | abee.ti08uin@gmail.com
Malang, 10 Desember 2010 selesai pukul 18.10 WIB

0 komentar:
Posting Komentar